Senin, 02 Mei 2011

Reboisasi (menghutankan Nagari)

Menghutankan NegeriADI BERMASA

Persatuan Wanita Kehutanan (PWK) Sumatra Barat melakukan pengabdian penanaman pohon di Taratak Paneh, Kuranji Senin (18/10). Jelas ini program positif upaya menghijaukan negeri ini, mengurangi pemanasan global yang sedang mengancam dunia.
Seperti diberitakan Singgalang Selasa lalu, program ini menyukseskan gerakan satu miliar pohon. Tentu kita bersyukur, kalau program ini sukses dan negeri ini semakin sejuk.
Bisa saja mengurangi banjir dan longsor. Bahkan dengan semakin banyaknya pepohonan besar tumbuh, tanah semakin subur, sekaligus memberi berkah bagi kesejahteraan rakyat.
Di balik harapan yang besar berkaitan dengan penghutanan negeri ini, ternyata tetap saja muncul berbagai kekhawatiran tentang program menghutankan kampung yang mulai tandus.
Kekhawatiran itu selalu muncul, karena kecenderungan program menghutankan negeri ini hanya sebatas show saja. Rutin tapi hasilnya jauh dari harapan. Ini dibuktikan dalam berita-berita sebelumnya yang disertai foto kegiatan, terlihat jelas yang ditanam hanya sebatang pohon dilakukan sembilan orang.
Kelihatan, yang menonjol adalah pendokumentasian acara saja. Bisa saja acara tersebut hanya menonjolkan gerakan politis. Sebab, lembaga pendidikan tempat acara ini punya kaitan erat dengan gubernur Irwan Prayitno.
Bagaimanapun, kita sebagai warga Sumatra Barat punya kewajiban menghutankan negeri yang sudah mulai gundul. Tapi, mari kita berusaha menjauhi segala kegiatan yang sifatnya politis. Kita hindarilah kaitan kerja yang tidak terbukti di lapangan. Katanya menanam sejuta pohon. Menanam satu miliar pohon. Itu hanya tidak lebih dari slogan belaka.
Kalau memang sukses sejak dulunya menanam sejuta pohon, dipastikan perbukitan sekelling Danau Singkarak tidak gundul lagi. Banyak pebukitan gundul di berbagai kawasan.
Lihatlah sekitar Danau Mainjau, Danau Diatas, Danau Dibawah yang kondisinya mengkhawatirkan. Lihat juga gunung Singgalang dan Merapi, seperdua gunung itu tidak lagi ada hutannya. Begitu juga Gunung Sago di Limapuluh Kota dan Tanah Datar juga mulai gundul.
Bahkan Gunung Sanggul di Taeh Limapuluh Kota, sampai ke puncaknya gundul. Hutan penahan banjir bah dan longsor sudah berganti dengan tanaman gambir. Belum lagi perbukitan sekitar Bungus Teluk Kabung sampai ke selatannya, terus ke Gunung Kerinci, sama saja kondisinya.
Semakin hari semakin gundul. Bisa disaksikan saja dengan mata telanjang. Termasuk hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) lebih berbahaya lagi. Bisa disaksikan dari udara. Pinggirannya saja berhutan lebat, dalamnya sudah compang-camping tidak keruan.
Di balik kekhawatiran penggundulan hutan terus menerus terjadi di kawasan ini, masih ada sedikit kegembiraan dengan keberhasilan reboisasi. Lokasinya di kawasan perbukitan sehiliran PLTA Batang Agam. Mulai dari Baso, perbukitan kiri kanannya memang hijau merimba.
Ditumbuhi puluhan ribu pohon pinus dan kayu lainnya. Ini diprogramkan dulunya sebagai menunjang berfungsinya PLTA Batang Agam yang dibangun semasa Gubernur Harun Zain bersama Yanuar Muin. Hanya inilah lokasi program penghutanan yang masih membanggakan kita di Sumatra Barat.
Mungkin kita kini sudah pantas meninggalkan cara-cara lama pemanis program semata. Tapi hasilnya semu. Tidak usahlah dimunculkan juga penanam sejuta pohon. Semiliar pohon. Buktinya, sangat jauh panggang dari api. Sangat jauh lenggang dari ketiak.
Pada era sekarang, era Gubernur Irwan, mari kita realistis saja. Ditanam sebatang pohon, ya sebatang. Ditanam 10 pohon, ya sepuluh. Jangan dilebihkan, jangan dikurangi. Kalau tetap saja kita gigih melaksanakan program sejuta pohon, ya sejuta. Jangan hanya sekadar slogan belaka. Sebab, kalau sejak dulu dliaksanakan secara benar penanaman pohon ini, dipastikan saja banyak kawasan Sumatra Barat tidak gundul lagi.
Nyatanya, areal gundul semakin jelas kelihatan. Sementara areal rimba, ya sedikit, seperti di kawasan PLTA Batang Agam, Lembah Anai dan lainnya, yang tidak seberapa.
Mari, kita terus membenahi daerah ini. Program menghutankan Sumatra Barat adalah tanggungjawab bersama. Kita tidak boleh pesimis dengan keadaan yang terjadi. Kawasan gundul adalah musuh bersama. Mari menanam, sebatangpun berpahala di sisi Allah! (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar